
Luruhnya Padmarini Batang Air
Karya : Putri Nurcahyanti
Sang batang air seketika tersendat mengalir
Terhalangi goresan limbah di hulu hingga hilir
Mengotori kejernihan tiap alirannya
Melenyapkan semerbak arumi khas yang ada
Jika dulu sebagai tempat segala kesegaran
Kini hanya ada nestapa di balik pencemaran
Padmarini sudah hilang tak terelakkan
Berganti dengan panorama menjengkelkan
Memang ulah manusia tak habisnya
Menggerogoti kemurnian alam dalam singgasananya
Asal pundi-pundi rupiah dapat diraup banyak
Keasrian batang air pun rela untuk dikoyak
Kuningan, 19 Agustus 2021
Mentari
Karya : Sri Lestari
Saat bumi dan matahari bercengkrama dalam hangat dekap langit
Fajar pun berlalu, sendu
Pejamkan mata jiwa
Memecah riuh angin menyapa sunyi
Berkeluh kesah pada dedaunan kering
Menepi sepi sendiri
Realita seakan samar untuk ku ukir
Pada tabir bias maya kodrat dunia
Pun hembusan panas sang raja siang, garang menerjang
Tabahkan hati untuk kuat berpijak
Diam, dihantam gelombang
Matahari tak pernah berhara lebih pada senja
Selalu membias cantik terangi jiwa
Nafas senja kian hidup meraga
Mengalir dalam urat-urat nadi
Hingga aku tak kuasa berpaling rasa
Rembang, 19 Agustus
Bentala
Karya : Nofia
Wahai rembulan, bersenandunglah
Bumiku tengah bersedih untuk saat ini
Hibur dia, buatlah dia kembali tersenyum
Aku rindu senyumnya yang manis nan elok
Panas, bak terbakar api yang membara
Hijaunya, rimbunnya, asrinya
Seketika hilang ditelan masa
Kugoreskan jerit lara itu dalam bait aksara
Netraku seolah tak henti menatap nanar gelap cakrawala
Samar terdengar bisik sang bayu yang kian membelai syahdu
Membayang indahnya semesta dalam kalbu
Lekaslah membaik semesta raya
Purbalingga, 20 Agustus 2021
Bisik Alam Pada Sunyi
Karya: Muhammad Ega Zerby Arianto
Angin terduduk di atas daun-daun nan ranggas
Termenung bersama sunyi yang tak lekas tuntas
Di ribaan tanah-tanah becek yang sebak terlimpas
Menanti lengang enyah dengan recok jejak yang melintas
Alam tengah bertalun sambat dengan hening yang berajojing
Kentara dari Ilalang nan gersang kusut mengering
Sembari menaksir hujan berfilsafat embun lembap
Berharap gigil berkarib subur yang singgah menetap
Wabah telah merambah pada tenda di tengah rimbun
Pohon-pohon purba nan tinggi amsal tiang-tiang berpayung
Sebatas berbisik gema sepi lantaran usik lara merundung
Kelana bertamasya tersekat prahara yang menitis mendung
Lumajang, 23 Agustus 2021
PANORAMA INDONESIA
Oleh: Michael Alfredo Siahaan
Indahnya negeriku, bukan hal fatamorgana
Julukan negeri bak paru-paru dunia
Margasatwa dan cagar alam jejaki bumi pertiwi
Lintang khatulistiwa membentang laksana indikasi
Angin sepoi-sepoi membawa dahaga rasa kagum
Flora dan fauna mengikat simbiosis alam
Pohon-pohon tinggi menjulang tinggi menatap surya
Nuansanya memangku semilir alam raya
Inilah negeriku, jutaan panorama
Bentang alam bagai narapati berpangku bumantara
Ditegup berjuta-juta pulau menghampar pesona
Eksotis biotik dan abiotik menjadi sumber daya
Tarutung, 22 Agustus 2021
PANASEA LARA
Oleh: Dinni Alia
Bernaung lembayung mega yang sesak akan nestapa
Memeluk sabana yang bertiupkan angin pilu
Sungai-sungai pergi mengaliri seduhnya hati
Pohon rindang meneduhkan jeritan kencang
Kerasnya akar mempertemukannya pada bunga
Bunga yang mengantarkan semerbak harum kehidupan
Hujan yang merelakan diri untuk tanah yang tandus
Tanah kelabu yang merindukan aroma petrikor
Hijaunya dahan menutupi gelapnya hati
Prairi menguatkan dari keresahan yang menggumpal
Alam semestanya memanglah sebuah panasea
Obat mujarab untuk menemani hari-hari yang penuh lara
Bekasi, 23 Agustus 2021
Sajak Palapa tuk Negeriku
Karya : Alya Naila
Cuitan ragam pesona mu menyebar ke penjuru
Lambaian nyiur mengajak jiwaku pada lautan mu
Serpihan keelokan mu mengganggu kalbu ku
Tuk jajal melanglang nan merapah alam mu
Kau pemilik buana bak kemasyhuran nirwana
Bendara jutaan insan bhineka tunggal ika
Ibunda ribuan julangan arga
Juga kau lahirkan chandra lintang yang baswara kirana
Takkan cukup tuk kukisahkan tentangmu dalam sajakku
Tak terhingga gemerlap permai mu
Tak berhenti rasa bangga nan cintaku padamu
Syukur karunia dari Pelukismu tuk Pertiwi ku
Grobogan, 23 Agustus 2021
ALAM DAN MANUSIA
Karya : Ayu Wahyuni
Mendung kembali bertandang
Sedang kemarau tak kunjung datang
Hujan kembali jatuh dari angkasa
Selaksa pasukan yang menentang manusia
Manusia yang katanya wakil rakyat
Malah sering didapati mengambil hak rakyat
Alam pun ikut menangis
Menyaksikan tingkah manusia yang begitu tragis
Manusia yang mulai krisis hati nurani
Yang katanya adil tetapi timpang ketika mengadili
Alam dan manusia yang sama perihal cipta
Namun tidak dengan abdinya pada sang pencipta
Ribuan tanda-tanda dari alam semesta telah dilayangkan
Ribuan isyarat telah diperlihatkan
Terkadang alam berontak sana-sini
Sedang manusia masih enggan untuk sadar diri
Manusia itu tidak takut dengan ancaman
Masih tetap duduk manis dibangku kekuasaan
Sulawesi Barat, 21 Agustus 2021
Panorama
Karya: Nova Ra Permata
semua hilang akan duniawi
Terdapat satu yang senantiasa menyapaku
Seketika kau membuat ku membisu, terpaku
Terpukau karna bahasamu yang tak bersuara
Rindang’nya serasa mengayomi ku tuk rihat
Disertai anila’nya, sesaat melenyapkan rasa tangis beratapan pilu
Sinarmu yang hangat, membawa ku tuk mengingat ke harsa’an
Menemuimu kini seolah harapan
Bandung, 21 Agustus 2021
Fragmentasi Alam
Karya: Adelia Fajar Rahayu
Fragmen alam nyanyikan lagu sunyi
Manusia berpacu ego dan landasan teori hingga menjelma kutu parasit bagi prinsip nafsi
Penuh gesit berwacana pun menafsirkan rencana
Kemudian sekawanan tangan baja menggampar habitat surga
Tangis alam mengalir menziarahi nadi-nadi
Seraya sunyi berkarib menemani
Pesatnya tirta jalantara mata turun menghujani tanah surga abadi
Fauna-flora berjamaah mengkhidmati seduhan tangis
Menghanyut fragmen alam bertamasya seiring warsa
Penuh khusyuk: rusak merida bersenandung hening cipta
Lekas menua dan hirap hakikat alam
“Lantas dimana letak nuranimu, Manusia?”
Purworejo, 23 Agustus 2021
Alam Negeri Ku
Karya : Abdul Basit
Kicauan burung-burung merdu
Menambah syahdu di negeri ku yang kaya melimpah
Hutan lebat yang tak pernah habis dibabat
Laut luas yang tak pernah habis dilarung
Gunung indah yang tak pernah habis dikeruk
Udara sejuk menusuk ruas rongga kulit ku
Tak ada duanya negeriku yang indah
Kayu lapuk ku tumbuh jadi mata air
Batu hitam ku menumbuhkan bongkahan emas
Daun kering halaman jadi makanan
Sawah ku tanami gedung-gedung yang megah sekali
Alam indah negeriku menumbuhkan apa saja yang tak ingin ditumbuhkan
Menghidupkan apa saja yang tak perlu dihidupkan
Menyayangi siapa saja yang tak pantas disayang
Negeri alamku semakin indah diatas keindahan yang indah
Rembang, 20 Agustus 2021
ALAM YANG INDAH
Karya: ANNAYLA SHOOFI
Jalinan sawah hijau sepanjang jalan
Tanah tempat tumbuhan hidup
Tirai yang terbuat dari ilalang
Alangkah suburnya Indonesia
Di sana padi serta tanaman lainnya dapat tumbuh subur
Gunung-gunung yang menjulang di angkasa
membuat penampakan alam Indonesia sangat indah
Matahari yang selalu bersinar cerah
membuat tumbuhan dapat tumbuh tinggi atau subur
Pohon-pohon yang tinggi
dapat menjadi tempat tinggal hewan
Sawah-sawah adalah tempat para petani bekerja
Mereka membesarkan padi dari bibit hingga besar
Alam yang indah adalah tempat tinggal hewan dan tumbuhan
Hutan bagaikan gambar yang berwarna-warni
Meskipun dapat dilukis menggunakan cat
Tapi tidak bisa menyerupai warna asli
Ternyata hanya ada dalam imajinasiku
Semarang, 23 Agustus 2021
Daun
Karya: Aniyatul Khuliyah
Hembusan angin menerpa seluruh tubuhmu
Kau terombang ambing mengikuti gerak bisu
Ayunan lembut yang tercipta dari dirimu
Mempertahankan sebuah posisi yang tak tentu
Tinggi bukan lagi hal yang menakutkan bagimu
Benakmu mungkin menolak jatuh
Namun takdir jatuh tak pernah lepas darimu
Saat kau berada di titik bawah kau selalu bersyukur
Meski kadang kau di injak, dan dianggap remeh oleh mata yang memandangmu
tak pernah sedikitpun kau menyalahkan takdir yang tertulis untukmu
Selintas bayangan muncul dalam fikirmu
Aku begitu berharga mereka membutuhkan ku
Beribu keajaiban yang akan ku ciptakan selalu
Bahkan banyak nyawa yang bisa ku bantu
Rembang, 20 Agustus 2021
Benang Merah
Karya: Muhammad Fikri Musoffa
Tatkala mendung jingga barat daya
Candraningsih terkesima kaya pesona
Akan wibawa membara Sang Bagaskara
Bermula di candikala
Hingga berpungkas jua
Dalam gerhana
Namun perjumpaan keduanya
Bukan kehangatan kecuali selimut gulita
Cinta tiada bersama
Rembang, 20 Agustus 2021
Semesta
Karya: Cindy Nor Afita Sari
Angin sepoi-sepoi
Pepohonan melambai-lambai
Rumput bergoyang
Tanahpun hanya terdiam
Dunia begitu keras
Untuk manusia sepertiku
Yang selalu malas
Dan bersifat culas
Yang sering angkuh
Dan berbuat rusuh
Kuhanya perlu satu
Yaitu kasih sayang-Mu
Agar kumulai lembar baru dihidupku
Dunia terlalu lucu
Untuk dibuat gurauan
Tapi hidupmu akan lebih lucu
Jika dunia kau jadikan tujuan
Dunia hanyalah fatamorgana
Akhirat ialah kehidupan yang sebenarnya
Rembang, 21 Agustus 2021
Rindunya angin segar
Karya: Dinda Iren Sukowati
Asap kendaraan yang berlalu lalang setiap hari
Kini telah menjadi makanan sehari-hari
Tanpa bisa kita pungkiri lagi
Mau tidak mau alam memang sudah saatnya menjadi seperti ini
Tanah yang coklat nan pohon rindang hampir tidak terlihat
Dimana-mana sudah banyak bangunan beton yang dibuat
Supaya terlihat elegan dan mengikuti zaman yang begitu pesat
Menjadikan ku rindu alam yang segar begitu amat
Angin yang segar kini sudah langka
Kiri kanan jalan pohonpun banyak dari buatan manusia
Jadi rindu suasana segar dulu yang ada
Keluar rumah langsung terasa tanpa diminta
Rembang, 23 Agustus 2021
Tidak Baik-baik Saja
Karya: Dini Dea Oktaviani
Dunia, bagaimana keadaanmu?
Masih kuat untuk menahan segala bencana yang menimpa?
Semua keindahanmu adalah semu
Lelah dengan segala perbuatan manusia yang merusakmu menjadi demikian rupa?
Jangan menangis…
Alam semesta ini mulai krisis
Mahluk yang menginjakkan kakinya terkadang kejam dan bengis
Sebagian lupa dengan jati diri dan berbuat sadis
Kami semua lupa
Bagaimana bisa kami selalu mengeluh lelah?
Tidak kuat dan ingin menyerah?
Bagaimana bisa terkadang mengganggapmu selalu baik-baik saja dan tidak apa-apa?
Bogor, 21 Agustus 2021
Sabda Mentari Pagi
Karya: Eva Lestari
Embusan udara pagi memeluk sendu
Berselimut sinar mentari menghangatkan kalbu
diiringi melodi kicauan burung mengalun merdu
Beterbangan mengarungi indahnya langit biru
Pepohonan hijau menjulang tinggi
Berselaput kabut mentari pagi
Mengeringkan tanah basah Pertiwi
Sungguh indah alam negeriku
Garut, 22 Agustus 2021
Langit Malam
Karya : Devi Vianisa Ulivia
Matahari tersipu malu dibalik rerumputan
Tergantikan rembulan yang rupawan
Hakikat malam tak sebatas pergantian
Tersirat makna begitu mendalam
Kerlap kerlip gugusan bintang
Mengisyaratkan pesan kerinduan
Langit malam kian cemerlang
Harapan esok menyenangkan
Dewa malam penerang kegelapan
Ciptaan Tuhan yang mendebarkan
Kurenungkan kembali arti kehidupan
Agar kelak seindah kejora langit malam
23-08- 2021
Lukisan nyata
Karya: Lilah Fadilah
Rintik hujan membasahi tanah lapang kian terhenti…
Semilir angin berhembus menghantarkan ke sejukan…
Hutan rindang terlihat tenang
Kicauan burung bagai pelengkap ke sunyian
Kini alam semesta seakan tengah berseri
Kala Pelangi kian menampakan diri
Dalam diam aku menikmati ke indahan alam
Terpana akan ciptaan Tuhan
Tangerang, 23 Agustus 2021
Tirta Amarta semesta
Karya: Listi despita sari
Arunika hari ini, memberikan tirta amarta
Wanodya yang pernah terluka
Karena, melibatkan renjana di area cinta
Mengharapkan kebahagiaan amerta
Namun yang di harap menjadi aksa
Tirta amarta…
Ancala yang menjulang di permukaan
Terlihat jengala menari gemulai dengan tangisan
Entah apa yang terlintas, nayanika mu menyisakan asa.
Sandhya, mencoret nabastala di kala petang
Akan kah tuan akan pulang?
Lengkara, puan lihat ia berpulang ke tempat yang lain.
Klandestin, melelang asmaraloka di jalanan.
Berdiri ia di lakuna
Gerimis tirta.
Maturasi menekan batin, hingga lupa arsa
Di atas pencapaian buntara
Memikat kuat renjana
Antara aku dan indursami, mengubris senandika
23-08-2021
Panorama Alam
Karya: Muhamad Rizal
Tanah Pertiwi menapaki kaki di atas cakrawala buana
Afsun membentang sepanjang bianglala kian merona
Pancarkan aurora menghimpit panorama khatulistiwa
Menghipnotis kalangan turis laksana surga nan anindya
Hamparan bukit kian memikat netra menembus angkasa
Menjulang tinggi anantara ancala terhimpit payoda jingga
Jajaran pohon melintang luas bak permadani hijau kian anindita
Deretan pulau membentang dari Sabang-Merauke bak nirwana
Segelintir anila membelai lembut jutaan ombak di samudera
Riuh gemuruh memekik daksa menyelami ayar menembus netra
Bongkahan karang tersusun indah laksana orion di angkasa
Menari-nari di kala swastamita mulai tenggelam tertutup mega
Bogor, 21 Agustus 2021
RUSAK DIRUSAK ALAMKU
Karya : Nurfarah Zam-zani
Merangkap bersama asmaraloka
Bertebaran di dirgantara
Liang lahan menganga
Mengubur jajaran sampah manusia
Rusak, dirusak, menyesakkan
Membangun rasa merusak penciuman
Menebang mereka seperti hama
Rasa tersaingi berbagi oksigen
Sudah selesai, semua selesai
Alam rusak, dirusak, dan mati
Dan kitalah yang membuatnya selesai
Bersamai jiwa moral yang mati
Makassar, 23 Agustus 2021
Hujan di Mataku Hujan di Sunyimu
Karya: Mohammad Iskandar
kau adalah wajah lain
dari bayang silam
yang menyentuh bangku stasiun
ketika kubawa serta kenangan
di gerbong nomor enam
menuju timur
menuju taman indahmu, di perbatasan kota itu
suara lagu pop mengalun lembut
memasuki gendang telinga
seperti ikut memberi napas lain
di perjalanan petang ini
sebentuk rindu yang khusuk
di luar jendela
angin dingin dan lelehan embun
memberi basah pohonan dan kaca
lamun bergerak, tahun-tahun remajaku
menemukan cinta seorang perempuan
tak ada restu di ujung kisahnya
perlahan kereta memasuki kotamu
ada getar lain di dada
sunyi ini milik siapa?
sekali lagi, kutemukan sayonara dan rasa kangen
di bangku taman kota
gerak waktu melambat
slow motion kisah kecil, selembar puisi kutuliskan, kutaruh di atas bangku kayu, yang lapuk dimakan waktu
kuikuti jalan kenangan
ada sesak tak terbilang
Cepu, 19 Agustus 2021
Ilmu dari Senja
Karya: Ria Fida
Aku seketika terpana
Melihat senja yang datang tiba-tiba
Seolah-olah mengisyaratkan jika ia ingin pergi sementara
Dengan mata tak lepas memandanginya
Aku mengangguk, ya!
Inilah ceritaku
Cerita semu yang ku buat dalam hidupku
Dengan senja menjadi tokoh utama
Keindahannya pun patut kurasa
Terbukti, jika ia banyak dicinta oleh setiap manusia
Senja akan ada kehadirannya
Ia ada dimana pada waktu sang mentari meninggalkan cakrawala
Warna jingga yang rupawan nan indah
Nampaknya, membuat sentuhan hati dibenak para manusia
Dengannya pun aku banyak mempelajarinya
Bahwa segala sesuatu yang pergi dan tiada
Tidak semuanya akan berakhir dengan kesedihan semata
23-08-2021
Hikayat Sebuah Negeri
Karya: Rizki Adi Saputra
Negeri kami adalah sawah-sawah yang membentang sepanjang pematang
Semerbak keasrian dari tetumbuhan yang menghijau
Sebab, di petak tanah kami, padi-padi menjulang, menjuntai
Layaknya bendera Negara yang kami kibarkan di atas sakral tiang
Sesubur negeri ini, kami saksikan hilir air mengalir menggenangi sungai-sungai
Derai-derai hujan turun sepanjang tahun, menggempur gersang tanah negeri ini
Berbulir-bulir air menyembul ketir yang berderu pada muara kalbu kami
Karena hujan yang mengguyur kami, kini mengucur air mata nelangsa sepanjang masa
Maka, tetaplah kami tabah seumpama batu-batu karang yang ditikam lecut ombak
Semampai padi-padi senantiasa menekuri resah tanah negeri kami
Bahwa yang menggerayangi galir pada limpahan tanah kami
Adalah limbah air dan sampah-sampah
Mega Jingga
Karya : Rizqiyanabila
Hamparan jingga menghiasi cakrawala
Pun sang surya beralih di ufuk barat
Burung camar terbang ke sangkar
Gemuruh cuitnya pertanda petang kan datang
Ombak berkejaran ke pesisir
Desiran air pun masuk ke celah pasir
Kerang, kepiting jalan menyisir
Badai laut kian terusir
Seleksi alam tak pernah usai
Prahara ekologi pun tak kan lunglai
Hanya secercah angan kutulis di langit
Mega jingga nan kini jadi mimpi tuk negeri
Indahnya Alam Ini
Karya: Siti Salma Nur Patimah
Duduk terpaku di atas dermaga
Memandang alam yang memancarkan pesona
Lautan lepas dengan akara jingga
Terlukis indah ditemani senja
Burung berkicau di atas nabastala
Terbang bersama di angkasa
Hilir mudik dengan kapal-kapal yang berlabuh
Penumpang mulai turun melepas peluh
Tak terasa, gelap mulai datang
Rembulan bersiap bersinar terang
Membuai hati tak ingin beranjak pergi
Ingin terus menikmati indahnya alam ini
Cianjur, 22 Agustus 2021
Hujan
Karya: Suroyo Agus Kurniawan
Hujan, lihatlah mawar kekasihmu
merahnya tak lagi merona
tertawan rindu pada rintik mu.
di tanah kering kerontang ini.
Kala mendung menghitam
hatinya bagai seorang gadis
sumringah menanti sejuta harapan.
Tiba-tiba rembulan bersinar,
bahkan sampai pagi secerah ini.
Tahukah bagaimana porak-poranda hatinya.
Kembalilah
Jangan biarkan semua layu menantimu
Sumatera Selatan, 20 Agustus 2021
Samudra
Karya: Susi Ayu Lestari
Biru terbentang luas
Dalam tiada batas
Menghubungkan banyak benua
Menimbulkan banyak enigma
Luas…
Dalam…
Ombak besar mencekam
Banyak misteri tersimpan
Tak ada yang tahu seberapa dalam dirimu
Indah luas membiru
Menyejukkan mata yang memandangmu
Samudra
Kesunyian Malam
Karya: Tri Rohani Syafitri
Malam yang panjang
Kemana kau sembunyikan sang gemintang?
Yang segera ingin aku pandang
Agar hati merasa tenang
Malam yang suram
Mengapa sinar rembulan padam?
Tertutup oleh awan hitam
Yang kian meneteskan air hujan
Malam yang sepi
Mengapa dunia terasa sunyi?
Yang membuat diri meratapi
Keangkuhan malam ini
23-08-2021
Deklinasi Biofera
Karya: Vania Kharizma
Betapa gurat kekacauan alam memperanakkan autoklastik
yang dierami kelukur & dihanyutkan topan mengaram estuari tektonik
ialah bumi dengan atmosfer kala antediluvium memorak-porandakan semesta
hingga ke sekian kalinya suara riak sungai bagai isak jentaka yang terbata-bata
Andesit mengerang dengan parau gemuruh yang melahirkan lahar
kericuhan di mana-mana; amplitudo paripurna mengoyak anak-anak terlantar
dengan segenap elegi & linang malapetaka, aku mengerudung diri dalam doa
bersembahyang mencumbu janabijana yang sedang bersedih menyulut lara
Kepada khalikah alam semesta bermata surga di rahim pertiwi
kami: manusia denial yang kau kandung membendung manusiawi
jangan-janganlah kau menenggelamkan lagi sanak bahtera kawan kami
biar kembali reboisasi & semarak menghijaukan tubuhmu kami lakoni
Solo, 23 Agustus 2021
Bionarasi Penulis
Putri Nurcahyanti nama lengkapnya. Ibu rumah tangga dengan 2 balita yang mulai suka menulis. Terutama menulis puisi. Sudah pernah jadi juara 3, juara harapan dan kategori terfavorit dalam lomba cipta puisi. Boleh kunjungi instagramnya : @pyutrinew.
Sri Lestari, gadis asli kota Rembang pengagum bintang dan semesta. Mahasiswi di Universitas Terbuka sekaligus santriwati Ponpes AnNawawiyyah Rembang. Suka menulis dan membaca sejak duduk di bangku SMP. Kicauannya kadang terselip di akun Instagram: @arr_rii14 atau facebook: Lestari. Jadilah wanita sehebat Aisyah Ra, walaupun tidak ada laki-laki semulia Muhammad SAW.
Nofia lahir di kota perwira Purbalingga Provinsi Jawa Tengah pada 10 Mei 2004 silam, adalah seorang siswi di KPC Lestari Banyumas.
Gadis yang akrab disapa Nofi itu sudah lama menjajal dunia kepenulisan, berawal dari blog sederhana hingga akhirnya ia memilih untuk fokus di dunia pernovelan Wattpad.
Muhammad Ega Zerby Arianto biasa disapa Ega. Seorang pemuda kelahiran Lumajang, Jawa timur. Pelajar, yang memiliki hobi menulis. Prestasi terbesarnya adalah pernah mendapatkan undangan mengisi podcast di Perpustakaan Nasional, Jakarta serta Top 4 dalam ajang Indonesian Poet Idol (IPI). Bisa diikuti jejaknya lewat Instagram @muhammadfzwn_, telepon 082139461997, serta surel muhammadegazerby@gmail.com.
Michael Alfredo Siahaan adalah nama penulis puisi ini. Tinggal di kota Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara. Lahir di Sidoarjo, pada tanggal 19 Juni 2003. Sekarang masih berumur 18 tahun. Anak ke-2 dari 4 bersaudara. Penulis memiliki hobi menulis sehingga mengikuti event ini.
Dinni Alia. Gadis berkelahiran 2005 yang biasa disapa Dinni Alia ini merupakan seseorang yang gemar menulis dan juga suka membaca buku-buku fiksi. Kamu bisa menyapanya via IG: @stdwlr.
Alya Naila. Gadis berusia 15 tahun yang lahir pada 2006. Menyukai sastra dan mulai terjun
kedalam dunia itu pada tahun 2020 lalu. Mengisi kesibukan di pandemi dengan mencari
piagam prestasi.
Ayu Wahyuni, lahir di Desa Ralleanak Utara Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat pada 26 mei 1998 yang sekarang tinggal di Kelurahan Kasambang Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat, dari suku Mandar beragama Islam, berstatus belum kawin dan saat ini masih berstatus Mahasiswa STIE Muhammadiyah Mamuju. Mengambil jurusan Ekonomi Manajemen, dengan hobi membaca dan suka menulias namun masih tahap belajar. Alamat Email ayuwahyuni260598@gmail.com dan nomor Telepon 082347039087.
Adelia Fajar Rahayu, biasa disapa Adelia. Aku lahir di Purworejo pada 20 Juli 2007. Anak yang hobi
menulis dan ngemil kini tengah menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Pertama. Aku dapat
dijumpai di akun Instagram @adeliafajarrahayu_
Annayla Shoofi adalah siswi kelas V SDN Lempongsari Semarang. Hobinya adalah memasak, membaca, menulis, menggambar, dan main biola. Email: annaylashoofi@gmail.com Facebooknya Annayla Shoofi, Instagram: annayla_channel WA: 085712274041,Youtube: Annayla Shoofi.
Cindy Nor Afita Sari lahir di Rembang, 10 Desember 2004. Salah satu siswa SMKN 1 Rembang jurusan TBSM (Teknik dan Bisnis Sepeda Motor).Puisi adalah suatu karangan yang berisi ungkapan perasaan seseorang yang dituangkan melalui tulisan. Saat ini, penulis berdomisili di Ronggomulyo,Sumber. Pembaca bisa lebih dekat dengan penulis lewat akun Instagram @cindynorafitasari.
Dinda Iren sukowati, gadis dewasa yang tinggal di Rembang di desa terpelosok yaitu Desa Sridadi namanya. Saat ini dia masih ingin banyak mencoba akan hal-hal baru, latihan menulis salah satunya. Untuk mencari tau tentang dia agak sedikit sulit karena dalam akunnya @dndirn_ fb : dis tidak banyak yang di post. Wajar aja pemalu sudah menjadi kebiasaanya. Salam dari anak pendiam yang mencoba berani untuk menghadapi kehidupan.
Dini Dea Oktaviani. Gadis yang bercita-cita menjadi penulis, kelahiran kota Bogor, 21 Oktober 2002. Banyak buku-buku yang memikat hati dan membantu mengolah pikirannya, itulah salah satu alasannya mengapa dia ingin menjadi penulis. Instagram : Blackcat_Whitelotus. Facebook : Dini Dea Okataviani.
Eva Lestari, yang akrab disapa dengan sebutan Eva. Gadis kelahiran tahun 2000 ini, menetap di sebuah Kota kecil yang disebut Kota Intan, Garut. Seorang gadis biasa yang berusaha mengubah amatir menjadi profesional, itu adalah cita-citanya. Jejaknya bisa dilihat di akun Instagram @lestaridaily_. Dalam hidup kita boleh mengeluh, tetapi jangan menyerah.
Lilah Fadilah, lahir di tangerang pada 02 February 2005, Masih berstatus sebagai pelajar di SMK Gema bangsa Jurusan multimedia Dengan duduk di kelas 12, bercita-cita memiliki perusahaan yang sangat sukses di berbagai bidang, mempunyai mimpi keliling dunia dengan keluarga kecil nya kelak.
Listi despita sari, gadis asli empat lawang sudah pernah menerbitkan dua buku. Saat ini sedang dalam proses menerbitkan buku antalogi buku yang ketiga. aktif di berbagai aktivitas kepenulisan. Jejaknya bisa dilacak di akun instagram; @Listydespitas @kata_4pintu atau facebook @listi Despita sari. Watpadd Listy despita16. Tumbuhlah sebagai pohon yang rimbun serta menyejukkan, tapi jangan sampai lupakan akar yang menopang proses pertumbuhan mu.
Muhamad Rizal biasa dipanggil Rizal, saya lahir di Bogor tepatnya pada tanggal 14 Maret 2003. Saya memiliki hobi menulis dan membaca. Penghargaan terbesar saat ini ialah bisa melawan rasa takut pada diri saya sendiri.
Nova Ra Permata lahir di Bandung, 06 November 2002. Hobi saya mencipta puisi Di saat ada waktu luang, Kegiatan saya saat ini di rumah dan mempersiapkan untuk kegiatan belajar ( Kuliah ) Karna baru lulus SMA tahun ini Tentunya hanya di rumah secara Online.
Nurfarah Zam-zani. Teman sebayah biasa memanggilku Farah atau Fani.Aku suka sekali dengan kata. Karena kata bisa mewakilkan apapun keadaan dan suasana yang sedang terjadi kepadaku. Aku suka warna hitam. Aku juga penikmat kopi hitam sedikit gula.Dan yang paling menarik menurutku adalah kegagalan dan luka.
Mohammad Iskandar lelaki penulis puisi kelahiran Demak Bintoro. Bergiat di Competer, KEPUL dan Ruang Kata Beberapa puisinya termuat di media dan antologi bersama buku puisinya Lelaki Utara (2020). Instagram: @moissania, facebook: Mohammad Iskandar.
Ria Fida adalah nama penanya, gadis berusia 20 tahun yang tengah menempuh pendidikan sebagai mahasiswi aktif di UIN Sunan Ampel Surabaya. Ia memiliki hobby dan kegemaran dalam bermain kata. Karena baginya, “Ciptakanlah beberapa kata, hingga kau mampu merubah dunia”.
Rizki Adi Saputra, 19 Tahun. Hobinya menulis, membaca, merengek, menjerit, menangis dan melakukan hal-hal yang tak berguna. Bukan artis, bukan pengusaha, bukan dari golongan atas, bukan siapa-siapa, Hanya seorang Penulis yang memiliki Motto Hidup “Jadilah Seperti Teman Khayalanmu.”
Siti Salma Nur Patimah, orang-orang biasa memanggilnya Salma. Lahir 16 tahun yang lalu tepatnya di Cianjur, 10 Oktober 2004. Gadis muda yang masih duduk dibangku SMA, penyuka warna biru dan senja. Jejak bisa ditemukan di akun medsos. Facebook : Coretan Slma lalu Wattpad : @StiSlmaa10 dan Email: stislmaa10@gmail.com.
Suroyo Agus Kurniawan, Lahir 31 tahun silam di Rawa Ilir. Merupakan guru honorer di SMP Negeri Marga Baru. Sebelumnya pernah belajar di STKIP-PGRI Lubuklinggau pada jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Alamat; Gg. Pajang Dusun II Desa Setia Marga Kec. Karang Dapo Kab. Musirawas Utara Sumatera Selatan. Gmail; suroyoagus06@Gmail.com akun Facebook Suroyo Agus Kurniawan, dan WA; 0857 8254 0009.
Susi Ayu Lestari, perempuan kelahiran 14 Februari 2004 di Jambi. Salah satu siswa di SMA Negeri 1 Sumber. Lebih baik gagal dari pada tidak mencoba sama sekali.
Tri Rohani Syafitri, adalah siswa SMAN gadis muda Yang di lahirkan di kota subang tanggal 16 november 2006, Meski pernah gagal, Namun dia tidak pernah patah semangat, untuk mewujudkan mimpi-mimpi nya, menulis puisi adalah salah satu hobi yang dia sukai, pertamakali menulis sejak duduk di bangku smp. Akun Instagram: SyafitrI.1611
Vania Kharizma, usia 18 tahun dan berasal di Kota Solo. Gemar berkompetisi literasi dan prestasi terbaiknya Juara Pertama Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional yang diselenggarakan STAHN Mpu Kuturan Singaraja Bali. Harapannya, semoga puisinya disukai pembaca. Instagram: @vaniakharizmaa.
Kontributor : Ayu Lestari ( Lestari_Sastra )





Leave a Reply