
Ranjau Jika mengenangmu adalah sebuah perlawanan Akankah parang yang terhunus tak mampu untuk mereda derita? Ambisiku sangat liar Mungkin terlalu melelahkan banyak orang Aku meraba jangkauan titik yang memberikan arti Diposisikan diakhir kalimat yang terlalu rinci Bahkan lelayu sang bunga tak mampu menahan sara Ingin merubah dunia Tapi masih ada saja racun, sarkas, dan hantaman keras yang katanya “Tak usah kau bersusah payah demi pandangan dari berbagai arah yang tak akan dijamin oleh upah.” Netramu sangat picik, tuan Lestari Sastra, 15 Desember 2021 Memihak atau Berpihak, Aku Belum Mengerti Rinduku yang berkabung dilembah yang tandus Dayati… Sebab apa dan mengapa kau jala rasaku Tak berkesudahan untuk terjamah rintihan kalbuku Seribu bintang tak akan pernah bisa menafsirkan segala sengketa Yang ada di ranjau nestapa Dayati… Aku tak ingin dilema mencintaimu hanya sepihak Tanpa senantiasa memihak kepadamu Lestari Sastra, 25 Desember 2021 Semburat Rasa Jika semburat mendung tak ingin bersua dengan ramah Aku hendak ingin menapaki jejak tabir yang masih terhalang Ruam-ruam tersekat didalam bilik yang berserakan Akankah dapat tertata rapi kembali, Rum? Lestari Sastra, 29 Desember 2021





Leave a Reply