
Bunga yang telah lapuk Memang tak seindah kedipan bunga yang masih baru Jika mengingkari keberadaanmu dengan kesukaraan yang acap kali duduk di tengah hasrat yang pekat Entah apa Kukira... Diri hanya rindu dengan suasana Bukan dengan pelaku rasa Coba perlahan kududuki singgasana yang tergambar sepi Barangkali masih ada ceceran bekas kenangan yang mulai rancu jika dikupas dengan duka Lestari Sastra, 18 Agustus 2021 SEDERET BUNGA Hinggap dengan begitu pekat Melambai dengan juluran duka Sepertinya ia memerkahkan kelopaknya bukan dengan deraian pilu Akankah bunga tak pernah enggan Untuk menampakkan kesukaran? Yang sejatinya Keindahan itu terkadang teramat menyiksa Bunga Coba lihat sederet embun yang mencoba untuk tak ingin menjatuhkan bulirnya Sungguh melelahkan Tak heran jika kau pun jua cukup jengah Untuk mempertahankan Dalam segenggam rasa Lestari Sastra, 26 Agustus 2021 Proposal Rindu Duhai tuangan yang tak bisa kuraba apalagi kurasa Tahukah engkau apa arti dari semua harsa? Yang tak terbendung sejak di ufuk pagi Aku tak tahu bagaimana rasa itu membaur dengan rata dan tertata Jika rasa ini kusalurkan dari beberapa pihak yang terkait Mungkin semua itu dapat tercairkan Dari beberapa helai sajak yang ku rajut dengan jamahan lentiknya jemariku Engkau seperti penawar luka yang samar Masih amat pagi untuk menafsirkan Jika iya... Semoga pelabuhan beberapa duka dapat terselamatkan Lestari Sastra, 1 September 2021 TAK SEINDAH ITU Aku memang tak seranum bunga kasturi itu, Dayati Aku memang tak secantik ratu yang ada di bunga mimpimu Aku hanya sehelai abu yang ringkih tak kau raba Ruam-ruam memar masih terasa menganga Tanpa kau sadari sentuhanmu membuatku semakin kalut dibalut dengan rajukan sepi Andai kau tahu sejengkal kataku ini dengan tafsiran yang tak biasa Betapa riuhnya segala duka yang berkabung tak terhitung Sajak-sajak pilu seraya membalut segala rongga yang ingin kuisi dengan rasa iba Akan tetapi sialnya ... Sajak itu tak tereja Lestari Sastra, 7 September 2021





Leave a Reply