lestari sastra – Page 2 – Daily Sastra

Dari Sehelai Telinga Telingamu Laksana kerlingan kuncup bunga Yang ingin mereka Tanda kebahagiaan Terselimut kemaluan Malu jikalau semerbaknya Tak seharum dulu Dimana suluran ucapannya masih selembut sutra Rajutannya terlihat rapi Aku mengendap-endap dalam tong kosong Mencari sembari menjamah apa isi ...

Tak Perlu Sama Dahan dan ranting Punya kebermanfaatannya sendiri Jangan sering dibandingkan satu sama lain Itu tak adil Ikan dan tupai Punya kelihaiannya masing-masing Insan sering lupa Membanding-bandingkan kepintaran satu sama lain Tak akan sama Rembulan dan kaupun tak akan ...

Ingat Saja Erat Jangan sampai tercekat Lurus Dari ingatan tuan muda Walaupun hanya sekilas bab keluh Kiranya Ceritanya tak sudi untuk kusut Dimakan waktu Jangan sampai! Lestari Sastra, 17 Mei 2022 Rentetan Pagi Setitik gundah sedari pagi Ku pupuk bersama ...

Tak Usai Setengah pekan Aku merindukanmu Dari berbagai celah-celah kebahagiaan Terpatri rapi dalam relung Kapan rindu ini usai? Sekilas ku cari Rindu di semak belukar Tapi hanya dahan kering yang berjatuhan Sekilas ku raba Rindu di saku celana Namun hanya ...

Terkesan Sukar Cintaku Merambat pelan Kasihku Merayap sukar Terbilang lama Dari hentakan syaraf-syaraf sadar Disadarkan jangkahan kaki Yang mulai hilang di terpa dersik sarayu Lestari Sastra, 28 Mei 2022 Tanya Kau bertanya padaku Rumput mana yang paling hijau Aku jawab ...

dok. Pribadi/Ayu Lestari Tak Sederas Kolam Mengejar derasnya air matamu Di sudut sendu Lugas tatap mata Isyaratkan belenggu Tabir-tabir maknakan ragu Sejak kapan ia mendaki Bahkan esok hari pun Tak dapat ia mengerti Lestari Sastra, 22 Mei 2022 Duduk Sembari ...

Pesona Dari Lekukmu Setiap hela nafas yang menyelip di sela-sela nadi Setiap candu mata menyibak di rongga-rongga katup Hijaumu menggodaku Gemulaimu menentramkanku Entah decak kagum atau menikmati Itu masih terlihat sama Kau elok dari setiap lekukmu Dari setiap panjang asrimu ...

Seikat Keluh Sekuntum duri yang berjejer rapi nun kisruh Tak peduli apa fatwanya Mendera tajam Melebihi tajamnya bilih bambu runcingmu Sangkar yang kau dirikan Bak singgasana megah nan menawan Tak luput dari decak kagum para kawanan Sukmaku menggemuruh keluh Tak ...

Sisa Ragu Aku menyelami setiap bait lamunanmu Tanpa menyisakan ragu Bukan terkesan cuma-cuma, Dayati Itu memang terlihat biasa Namun membuat hati dilema Antara iya atau tidak Antara pasti atau tak pasti Antara dua pihak atau sepihak Itu kehendakmu Aku hanya ...

Untuk Apa Aku Menjadi Bukumu Jejalan buku menatapku setiap hari Dan berkata “kapan kau membaca setiap ragaku di setiap harimu.” Engkau terlalu jengah Dan hanya bisa terpampang lama Layaknya pajangan jembatan dunia “Untuk apa kau membeliku, tanpa menyerap semua maksudku, ...